Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru New Honda - Teknologi Terbaru 1 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Senin, 22 Juli 2019

Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru New Honda


Generasi ke-10 All New Honda Accord Mesin Makin Kecil



Mesin Honda Accord generasi ke-10 yang baru semakin kecil


Teknologi Terbaru - GENERASI ke-10 All New Honda Accord tidak melulu mengusung desain lebih besar, kabin lebih luas, dan ketenteraman lebih baik, tetapi pun semakin menegaskan tahapan Honda terhadap strategi engine downsizing, yaitu merampingkan mesin dan meningkatkan turbocharger. Hasilnya, mobil lebih hemat tapi tenaga jauh lebih besar. 

All New Honda Accord teranyar didukung mesin baru 1,5 L VTEC Turbo Engine dengan CVT with Earth Dreams Technology yang menambah performanya sampai 190 PS dan torsi maksimal 260 Nm pada 1.600-5.000 rpm, jauh lebih banyak dibanding Honda Accord generasi sebelumnya yang menggendong mesin Earth Dream Technology 2,4 L DOHC i-VTEC dengan tenaga sebesar 176 PS pada 6.200 rpm dan torsi maksimal 225 Nm pada 4.000 rpm. 

Bahkan, untuk meningkatkan sensasi berkendara, terdapat fitur Sport Mode untuk penataan performa yang lebih agresif, didukung fitur Paddle Shift guna kendali eksodus transmisi lebih besar. Di samping itu, terdapat Econ Mode untuk penataan karakter berkendara yang lebih irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Tetapi, bagaimana dapat mesin kecil memuntahkan tenaga lebih besar? Tren ini dinamakan downsizing engine atau perampingan mesin. 


Mesin downsized yang ditambahkan turbocharged memiliki performa sama atau bahkan lebih baik dibanding yang non-downsized atau normalnya dinamakan aspirated engine. Keuntungan beda yang didapat ialah efisiensi bahan bakar yang signifikan. “Mobil jadi lebih bertenaga, lebih irit, dan lebih ramah lingkungan. Tenaga Accord baru bermesin 1.500 cc setara bahkan lebih besar dikomparasikan mesin 2.400 cc,” ujar Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor. 

Mesin 1,5 L VTEC Turbo Engine itu sebelumnya telah diaplikasikan di All New Honda Civic sedan, Honda Civic hatchback, dan Honda CR-V. “Di Indonesia, deviden mesin turbo yang lebih kecil ini ialah pajak yang lebih rendah. Jadi, harga terkompensasi dengan adanya ekstra fitur lain, laksana Honda Sensing,” beber Jonfis.

Perubahan Drastis

All New Honda Accord memang tampil beda; lebih mudah, lebih segar, dan paling sporty. Itu sebab dirancang memakai platform baru dengan struktur uni-bodi lebih rendah, lebih lebar, dan lebih kokoh. Eksteriornya benar-benar baru. Garis atapnya rendah, kap mesin panjang sampai-sampai tampak berotot. Ciri khas chrome wing grille tetap ada. 

Lalu, terdapat fitur Active Grill Shutter dan Air Curtain pada bumper depan. Kaki-kakinya terdapat pelek 18 inci Dual Chrome Exhaust Pipe Finisher yang premium. Demi mendapat format bodi lebih halus, Honda merealisasikan proses lazer brazing, yaitu penyatuan panel atap dan sisi bodi memakai teknologi laser.


Keunikan lainnya terlihat pada fitur lampu LED di eksterior yang mencakup Full LED Headlight, LED Daytime Running Lights (DRL), Rear Combi Lamp with LED Light Bars, LED High-Mount Stop Lamp, dan LED Turn Signals. Bagi interior, konsumen lebih dimanjakan dengan kabin lebih lapang, nyaman, dan canggih. Panel instrumen utama terdiri dari display 7 inci Thin Film Transistor (TFT), berpadu sistem A/V baru 8 inci. 

Bangku pengemudi punya tidak sedikit fitur penunjang kenyamanan. Misalnya, faedah 8-way Driver Power Seat Adjustment with Lumbar Support dan Memory Seat with Easy Entry/Exit. Sementara bangku penumpang depan dilengkapi 4-way Power Seat Adjustment dan bangku belakang lebih lapang dengan ekstra legroom sebesar 48 mm dibanding model sebelumnya. 

Untuk membuat kabin yang lebih senyap, lebih tidak sedikit materi peredam diaplikasikan pada sekian banyak  bagian bodi, tergolong teknologi Wheel Resonator untuk meminimalisir kebisingan dari roda dan unsur bawah mobil ketika berkendara. Di samping itu, sistem Active Noise Cancellation (ANC) pun di te rapkan untuk meminimalisir kebisingan di kabin.

Honda SensingMenjaga Keselamatan

Teknologi Honda Sensing yang diterapkan di All New Honda Accord bermanfaat membantu pengemudi menghindari dan meminimalisasi potensi kemalangan saat berkendara. Sistem itu meliputi faedah Collision Mitigation Brake System (CMBS) yang terintegrasi dengan Forward Collision Warning (FCW), Road Departure Mitigation System (RDM) yang terintegrasi dengan Lane Departure Warning (LDW), Lane Keeping Assist System (LKAS), Adaptive Cruise Control (ACC) yang terintegrasi dengan Low Speed Follow (LSF) dan Auto-High Beam .


Sistem ini bekerja dengan suatu kamera monokular dan wave-milimeter radar guna terusmenerus mengawasi dan menilai sekian banyak  kondisi kemudian lintas di depan kendaraan. Jika diperlukan, sistem ini bakal bekerja secara simultan dan kooperatif dengan fitur-fitur laksana VSA, EPS, dan Brake Assist untuk menyerahkan peringatan audio dan visual atau mengerjakan tindakan korektif untuk menolong pengemudi menghindari tabrakan. 


“Sebagai teknologi keselamatan, fitur-fitur itu memang tidak memastikan tidak bakal terjadi tabrakan. Sama dengan fitur safety lainnya, fitur ini akan menolong dan menyokong penumpang ketika tabrakan yang tidak dapat terhindarkan, dapat dicegah atau diminimalkan,” ujar Jonfis.

Fitur safety dalam kendaraan tidak jarang kali menjadi isu yang menjadi sorotan dan terus dikembangkan. “Fitur keselamatan paling penting untuk sebuah mobil sampai-sampai harus segera mungkin di aplikasikan,” tambahnya.


Segmen Konsumen

All New Honda Accord terdapat dalam empat opsi warna, yaitu platinum white pearl, crystal black pearl, canggih steel metallic, dan lunar silver metallic dengan banderol Rp698 juta. Berdasarkan keterangan dari Jonfis, pihaknya yakin bahwa downsizing turbo tidak dapat dihindarkan untuk menjangkau efisiensi BBM dan ramah lingkungan. 

“Tentu saja bila ramah lingkungan dan irit bahan bakar, fun to drive-nya kurang, jadi mesti menggunakan turbo sampai-sampai powernya tetap terasa dan sama-sama dapat menikmati mobil bertenaga dan ramah lingkungan,” ujar Jonfis. Teknologi mesin downsizing turbo ini memang telah menjadi tren, tergolong di Eropa. Di Indonesia pun, sebanyak APM mengerjakan hal yang sama, walau dengan konfigurasi turbo yang berbeda-beda.
(don)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar