Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru kesehatan Saraf - Teknologi Terbaru 1 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Selasa, 25 Juni 2019

Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru kesehatan Saraf

Hasil gambar untuk Teknologi Baru Atasi Masalah Saraf Kejepit


Teknologi Terbaru - Saraf kejepit biasanya menjadi mimpi buruk yang menakutkan untuk pengidapnya. Mereka memandang saraf kejepit hanya dapat diatasi dengan operasi dan memerlukan waktu yang lama guna sembuh. Padahal, sekarang ada teknologi teranyar untuk menanggulangi saraf kejepit tanpa operasi.

Hal itu diungkapkan dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS selaku Pakar Nyeri dari Lamina Pain and Spine Center yang dulu dikenal mempunyai nama Klinik Nyeri dan Tulang Belakang. Menurutnya, pasien saraf kejepit biasanya merasa fobia untuk mengerjakan tindakan laksana operasi sebab risikonya.

Dr. Mahdian menyatakan untuk langkahnya akan dilaksanakan lebih dulu diagnosis HNP servikal dilaksanakan dengan teknik pemeriksaan fisik, neurologis, radiologis laksana CT-scan dan Magnetic Resonance Imaging(MRI).


Sebelum tindakan seringkali pasien akan ditunjukkan dulu untuk penyembuhan dengan obat-obatan laksana nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), steroid dan tirah baring (bed rest).

Karena sulitnya mencapai dan menangani herniasi disk servikal ini, sekitar bertahun-tahun para berpengalaman medis mengupayakan untuk menemukan sekian banyak  teknologi guna penanganan permasalahan ini. Secara historis sekian banyak  pembedahan guna menangangi tulang leher dirasakan berisiko tinggi dan seringkali membuat pasien mesti diasuh berhari-hari.

Dalam dua dasawarsa terakhir, teknologi penanganan HNP sevikal terus berkembang. Setelah kiat bedah tersingkap tak lagi populer karena sekian banyak  risikonya, hadir teknologi lain, yaitu Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) yang sampai ketika ini masih dilaksanakan dokter di tidak sedikit belahan dunia tergolong Indonesia.

Karena keperluan untuk menemukan hasil pembedahan yang lebih baik dan asa pasien untuk dapat lebih cepat sembuh tersebut para ahi kesehatan dunia akhirnya mengejar teknik bedah teranyar yang dinamakan Percutaneous Endoscopy.

Namun baru pada tahun 1990, Tajima dan kawan-kawan mengenalkan teknik baru itu untuk penanganan HNP servikal, namanya Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD). Sering disingkat pula menjadi Endoskopi Servical.


Beruntung di Indonesia semenjak 8 November 2018 kemudian dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS sudah menjadi dokter Indonesia yang menjalankan praktek PECD pada pasien kesatu di RS Meilia Cibubur.

Dr. Mahdian mengungkapkan, memang tak gampang untuk mewujudkan kiat yang telah dikenal semenjak tahun 1990-an di negara beda ini baru dapat diterapkan di Indonesia.

“Masalah mahalnya perangkat yang mesti di beli dokter atau lokasi tinggal sakit, menjadi masalah yang mesti menjadi perhatian bersama,” kata dr. Mahdian menjelaskan.

Dia menjelaskan, kiat PECD menganut dua pendekatan atau kiat yaitu anterior (depan) dan posterior (belakang). Keduanya bertujuan mengilangkan herniasi bantalan sendi tulang belakang yang mengakibatkan penekanan pada saraf tulang belakang. Dengan pertolongan penglihatan langsung melewati kamera endoskopi yang diperlihatkan pada layar.

“Teknologi ini melulu dengan anastesi lokal, jadi tekniknya paling tidak invasive. Dengan begitu masa-masa pengerjaannya juga lebih singkat, risiko minimal, pemulihan lebih cepat dan kesuksesan dapat mencapai 90 persen,” ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar